Jadi Manager Itu Mudah

Sore tadi saya ketemu teman lama saya, Alvin, salah satu team senior editor majalah Trax & mantan vokalis band Harapan Jaya dan rekan-rekan dari majalah Rolling Stone dan Hai. Sudah lama tak bertemu, kami berbincang tentang komunitas musik, Bandung, Jakarta, web 2.0., social networking website, blog dan hidup pada umumnya. Anyway Alvin akan mempunyai anak sebentar lagi, selamat boss!

Akhirnya kami sampai ke perbincangan tentang pekerjaan masing-masing. Setelah mendengar tugas dan tanggung jawab pekerjaan saya adalah memimpin operasi 13 cabang kantor, Alvin sempat bingung dan bertanya, ‘wah apa ngga pusing tuh?’ Saya jawab, ‘Ngga, jadi manajer itu gampang. Nih buktinya saya masih sempat ngobrol sama kamu sambil merokok santai ditengah jam kerja’.

Keyakinan Yang Terukur
Memang ngga segampang itu, tapi sejauh pengalaman saya jadi pimpinan operasi bisnis, saya memang ngga merasakan jadi manajer adalah sesuatu yang sulit. Pola pikir dan attitude yang kritis untuk menjadi manajer dengan pekerjaan luar biasa banyak adalah keyakinan yang terukur. Contohnya, saya selalu memulai pekerjaan dengan keyakinan bahwa saya mampu. Dengan demikian, langkah awal menyelesaikan pekerjaan sudah terlewati, tinggal fokus pada aktualisasi pekerjaan yang sesungguhnya.

Ada beberapa 2 catatan yang perlu digaris bawahi:
1. Fungsi manajer adalah POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) atau sekarang lebih efektif dengan istilah POAL (L=Leading).
2. Artinya, tugas utama anda adalah membuat sebuah rencana operasi yang masuk akal dan feasible secara operasional, delegatif, berorientasi pada aktualisasi dan hasil serta mengimplementasikan kepemimpinan yang efektif.

Jadi Manajer itu Mudah
Mudah? Ya. Teorinya, jadi manajer itu mudah. Meski ngga selalu lancar dalam pelaksanaan tugas. Tetapi, ada cara untuk mempermudahnya hanya dengan merumuskan dan menjalankan beberapa titik kritis untuk membentuk tim anda, agar mereka mau dengan tulus bekerja keras untuk anda:
1. Biasakan memulai pekerjaan dari yang mudah bukan dari yang susah.
2. Berikan kepercayaan pada team anda.
3. Sapa semua bawahan anda, nyatakan anda tulus dan ingin menjadi sahabat mereka.
4. Support setiap pekerjaan mereka.
5. Fokus pada staff anda yang bisa ‘make a difference’.
6. Jangan pernah curi ide mereka dan promosikan ide bagus mereka kepada atasan anda.
7. Jangan pernah ragu untuk menegur jika mereka salah. Teguran keras yang mendidik seringkali diperlukan untuk mengelola stabilitas tim yang cukup besar.
8. Minta maaf secara efektif jika anda salah.
9. (In many cases) honesty is the best policy.
10. Budayakan pro-aktif.

Percayalah, satu-satunya cara mempermudah tugas anda sebagai manajer adalah mengajari tim anda. Karena mereka adalah para calon manajer pengganti anda jika anda pensiun (atau naik jabatan ) nanti. Jadi, jadi manajer itu mudah karena anda tidak bekerja sendirian.

Ironinya jadi manajer itu hanya 1, dan sangat berat: Jika bawahan anda salah, anda yang ditegur atasan anda.

Tags:

Leave a comment