Jadi Manajer itu Mudah, Menjadi Manajer itu Susah

Ada yang protes sama postingan saya sebelumnya, Jadi Manajer Itu Mudah. Haha. Maap. Tapi, posting-an ini mungkin bisa memberi gambaran dengan lebih jelas apa maksud saya yang sebenarnya.

Begini. Sebelum jadi manajer, saya sudah bekerja dan mencari uang dari tahun 1992. Berarti efektif sudah 17 tahun. Awalnya saya kerja serabutan dan mengandalkan uang dari menjadi pemain band underground.

Pada tahun 1996, saya mulai bekerja dengan jam kerja formal. Waktu itu saya menjadi penjaga distro pertama di Bandung, namanya Reverse Outfits. Saya menerima gaji Rp 110.000,- per bulan.

Saya tidak hanya bekerja, saya selalu belajar agar menjadi lebih baik. Saya belajar dari banyak sumber:
1. Pendidikan Formal
Pada tahun 2005 pertengahan, saya berhasil menyelesaikan program studi magister manajemen di Universitas Padjajaran Bandung. Saya berhak menyandang gelar Magister Management (MM), jurusan Manajemen Kewirausahaan. Saat study, saya berwirausaha part time. Dari hari Senin-Jumat saya berwirausaha, Sabtu dan Minggu saya kuliah. Nyaris ngga pernah ngerasain yang namanya libur.

2. Membaca
Selain tuntutan study formal, saya suka sekali baca buku. Di rumah saya, ada sekitar 2000-an judul buku, belum lagi majalah, e-book dan lain sebagainya. Sekarang saya sedang suka baca blog. Dalam sehari, saya membaca sekitar 100 artikel kewirausahaan dari seluruh dunia. Setelah pulang dari kantor, saya tersambung lagi ke Google Reader hingga larut malam.

3. Bekerja & Berwirausaha
Saat bekerja dan berbisnis, saya mendapat banyak sekali. Tentunya technical know-how. Ini sangat penting karena dapat menjembatani (knowing-doing gap) teori manajemen bisnis yang saya dapatkan di pendidikan formal.

4. Belajar langsung dari orang lain
Saya belajar dari orang yang sudah duluan sukses. Orang sukses disini adalah orang yang berhasil dan orang yang pernah gagal. Tidak tertutup kemungkinan mereka itu teman, saudara, adik, bawahan, maupun pengusaha sukses.

Mudah? Tidak sama sekali. Mungkin saat saya sedang bekerja, belajar dan memeras otak, anda sedang berjalan-jalan dengan teman-teman atau bersantai nonton tv.

Jadi, kesimpulannya adalah: memang JADI manajer itu (relatif) mudah, MENJADI manajer itu susahnya minta ampun. Silahkan mencoba sendiri kalau tidak percaya.

Terimakasih, semoga berguna.

Tags:

Leave a comment