Seperti kita tahu, masa seperti sekarang adalah masa paling sibuk untuk buruh ritel. Kami akan menghadapi yang disebut Peak Season Lebaran, masa paling sibuk dalam kegiatan retailer se-Indonesia dalam setahun kalender akuntansi. Tahun ini, masa tersebut kami gunakan pula untuk membuka toko. baru
Ya, tempat saya bekerja baru saja membuka toko kami yang ke 14. Seharusnya kami bergembira, berkumpul dan merayakannya dengan minum bir. Tetapi kenyataannya tidak, kami sekantor malah stres. Salah satu asisten manajer saya yang menjadi Head of Project dari pembukaan toko tersebut, sangat tertekan dan menjadi stres.
Well, selain membuka toko tadi, kami juga melakukan renovasi pada salah satu toko kami di kawasan elit, Pondok Indah Mall II. Selain itu kami juga membantu salah satu vendor kami menyelenggarakan ‘Big Sale’ dalam waktu dekat. Asisten manajer tadi, adalah juga pimpinan semua proyek tersebut, makanya dia stres.
Yang membuat stres teman saya tadi adalah dateline yang begitu berdekatan. Kalau sudah begitu, punya team sehebat apapun pasti masih terasa kurang. Jadilah stres. Karena kami team, satu stres, akan menular ke yang lainnya.
Jika dikaji, sebenarnya yang membuat kita semua stres adalah sistem. Tentu, kita selalu terjebak dalam sebuah sistem, karena kita hanyalah sekumpulan sub-sistem. Sub-sistem sekitar kita yang berada di dalam satu sistem yang mengkungkung kita yang membuat kita stres; entah itu keluarga, atasan, bawahan, kolega, partner, klien dan sebagainya.
Coba lihat beberapa minggu lalu, saat pekerjaan di kantor tidak sesibuk sekarang, semua sub-sistem tadi adalah teman bekerja yang sangat menyenangkan.
Lantas, bagaimana menyelesaikan masalah stres ini? Gampang. Pulang, jangan ngantor, refreshing dulu boss. Setelah hilang suntuknya, baru kembali lagi ke kantor. It’s the art of work at life, jika anda stres, berarti ada yang salah. Maka berhentilah sejenak.
Bagaimana dengan dateline yang semakin dekat? Lah, kan ada sub-sistem lainnya, mereka kan mahluk hidup? Let’s work, it’s fun!
Tags: Uncategorized
