Work – Life Balance, Mengapa Penting?

Kita hidup untuk bekerja dan bekerja untuk hidup. Hal tersebut adalah alami adanya. Tanpa bekerja kita tidak bisa hidup, tetapi tanpa hidup tentunya kita tidak bisa bekerja. Work – Life Balance. Dalam pengertian saya, Work – Life Balance berarti sebuah rangkaian kegiatan yang secara konsisten dilaksanakan oleh manusia untuk mencapai keseimbangan dalam hidup dan bekerja.

Work – Life Balance adalah sesuatu yang mendasar. Saya teringat jargon Garing dari Dagadu. Garing artinya Tiga Piring. Sebanyak apapun yang anda hasilkan, toh anda hanya makan sehari maksimal 3 kali. Tentu, yang membuat jargon ini menarik, bahwa Dagadu adalah sebuah bisnis yang sukses. Pada akhirnya, berapa mobil yang sebenarnya kita butuhkan, dan berapa buah rumah yang kita inginkan?

Saya suka sedih jika mendengar teman saya yang sukses finansial tetapi tidak sukses dalam berkeluarga, begitu pula sebaliknya. Uang sangat penting. Bahkan, sejujurnya jika saya punya waktu berkhayal, saya ngga pernah berkhayal ingin punya keluarga bahagia, sebaliknya saya ingin punya uang yang banyak. Tetapi, dalam kenyataannya, saya terlebih dahulu mendapatkan keluarga yang bahagia. Saya punya istri yang cantik dan pintar, yang melahirkan seorang bayi yang sangat lucu. Dan, berbeda dengan khayalan saya, saya berbahagia.

Keseharian saya adalah bekerja. Saya bekerja di kantor dari pagi hingga sekitar jam 7 WITA setiap hari. Sesudah itu saya melanjutkan kegiatan di rumah untuk blogging dan membantu istri saya mengelola bisnisnya di Bandung. Jika dihitung, saya ngga pernah beristirahat karena weekend pun saya gunakan untuk membangun website, networking, baca buku, membaca RSS feed dan sebagainya. Capai? Tentu, tapi saya bahagia. Kenapa? Karena saya mengerjakan apa yang saya suka. Saya bekerja di industri yang dekat dengan keseharian saya, dan saya bekerja dengan orang-orang yang saya suka. Di rumah, saya bekerja dengan istri saya, sambil bersenang-senang dengan anak bayi kami.

Jika harus memilih, saya akan memilih keduanya. Hidup dan bekerja. Teringat lagi filosofi dari Jim Collins dalam bukunya Built to Last: Successful Habits of Visionary Companies, yaitu jangan terjebak dengan si tirani ATAU tetapi rangkul si jenius DAN. Ya, saya setuju. Jangan mau memilih hanya satu; hanya bekerja ATAU hanya hidup sekedarnya. Tetapi pilih keduanya bekerja keras DAN hidup bahagia.

Semoga berguna. Cheers untuk hidup dan bekerja.

Tags:

Leave a comment