Lucu memang tapi kenyataan. Di KTP, status saya Wiraswasta. Lantas, saya memang full time wiraswasta hingga setahun yang lalu. Waktu itu saya butuh pinjaman untuk modal kerja, saya pergi ke bank membawa agunan sertifikat rumah ibu saya yang bernilai berpuluh kali lipat dari platform pinjaman yang saya ajukan. Kebanyakan kepala cabang bank tersebut bahkan saya kenal di kuliah MM.
Lantas, semua bank yang dikepalai teman-teman saya menolak permintaan pinjaman. Alasannya macam-macam, dan semuanya masuk akal. Tapi ujungnya menolak. Lantas saya diminta mantan boss saya untuk membantu perusahaannya di Bali. Saya setuju dan pindah sekeluarga kesini.
Beberapa bulan disini, saya membutuhkan pinjaman lagi karena usaha saya di Bandung masih berjalan dan membutuhkan dana segar. Saya mengajukan pinjaman tanpa agunan dan kartu kredit. Lucunya, hanya dengan melewati sedikit proses verifikasi saya mendapatkan kartu kredit gold dan pinjaman tanpa agunan dari 2 bank internasional.
Kesimpulan saya adalah sebagai berikut:
1. Saat melihat KTP saya wiraswasta, bank melihatnya sebagai seorang yang unemployed dan bersiko tinggi.
2. Saat melihat kartu nama bergelar manajer, saya dilihat sebagai orang mapan yang mampu membayar kredit.
3. Penghasilan saya 3 kali lipat saat menjadi wirausaha full-time daripada sekarang.
Kita para pemilik bisnis kecil selalu dipandang sebelah mata. Tidak hanya oleh bank tapi bahkan oleh orang tua sendiri, teman dsb.
Tapi, anda bisa membayangkan jika tidak ada entrepreneurship di Indonesia? Ngga ada gedung tinggi, ngga ada ekonomi, ngga ada orang bergaji.
Tags: Uncategorized

Hello there,
just found your site under a google search “butuh pinjaman”.
Lucu juga kalau teman2 bapak yg
dulunya satu kuliahan dan pada saat
menjabat sebagai manager bank menolak
permohonan pinjaman bapak karena
status wirausaha pada ktp ^^.
Saya menulis di sini karena:
1. mungkin bapak bisa memberikan
bantuan pinjaman ke saya untuk
pengembangan usaha warnet saya yang telah berjalan 1.5 tahun.
2. saya telah mencoba mengajukan pinjaman ke beberapa bank, syariah
dan bpr, ditolak karena tidak ada
agunan.
3. tidak ada yg mengisi comment
Maaf telah merepotkan bapak dengan
comment saya ^^.
Anyway, nice site. Gila juga tuh
mobil yg bisa diisi segambreng barang dan ditumpuk tinggi kayak
gitu,
Eko Andri
easandry@yahoo.com
Wah Entrepreneuriality di hasil pencarian Google ‘butuh pinjaman’ ngga ada di 5 halaman pertama, berarti pak Eko Andri bener2 butuh pinjaman nih
.
Yah, memang begitu kenyataan wirausaha di Indonesia, anda bukan ‘wirausaha’ kalo belum punya gedung di Sudirman.
Setahu saya bank lokal ngga ada yang ngasih pinjaman tanpa agunan. Kalau pak Eko punya kartu kredit, setahu saya CitiFinansial, HSBC, dan bank luar lain ada tuh program KTA dengan agunan CC. Alternatif lain ya cari partner, seperti yang sedang lakukan sekarang untuk perusahaan baru saya.
Semoga berguna.
Halo,
Cepat sekali reply nya ^^. Masih OL nih pak dah jam 2 lho
.
Anyway, link situs bapak ada di halaman 11 goggle ^^ hahaha.
Yah memang benar saya sangat membutuhkan, sampai repot repot cari sana sini informasi tentang pinjaman, sampai akhirnya terdampar di situs bapak ini.
Mungkin karena kemampuan bahasa dan argumentasi saya yang kurang hingga saya tidak dapat meyakinkan orang-orang yang ingin saya pinjami uang (modal) betapa menguntungkan nya berkerja sama dengan saya.
(Lack of Communication, Lack of Confidence).
Terimakasih atas saran bapak.
Eko Andri.
No no no… don’t say that.
Kalau bank memang begitu, orang pinter ngomong sekalipun kalo ga ada agunan dan ngga kenal sama mereka ya ngga mereka kasih ngutang.
Bank2 kita memang menyedihkan. Saat saya kuliah, eksekutif (sampai level VP) Bank Mandiri dipertemukan dengan mahasiswa paska sarjana kewirausahaan. Konon mereka akan mengembangkan SME, tapi tetep aja ngga bisa menolong wirausaha muda yang punya semangat, kemampuan dan potensi tapi ngga punya agunan.
Saya turut berduka cita kepada industri perbankan & SME kita.
Hm… I guess you’re right. Bank cuma butuh jaminan/koneksi or whatever it is to lower the risk and bam! you got the money.
Nice discussion we have here. Just 1 last q. Can i work with you? ^^
(In all seriousness of course)
Eko Andri
That is a good question, how may i help you?
Your email is welcome anytime at robin at robinmalau dot com.
wah diskusi yg menyenangkan. saya juga lagi butuh pinjaman ke bank dan coba googling untuk tahu pengalaman orang-2 seperti saya ini. eniwe, blog ini mencerahkan.
Halo Jagoan,
Sejujurnya, kenyataannya menakutkan. Bagus deh kalo diskusi ini bisa mencerahkan. Anyway, makin kesini saya makin merasa lebih enak urusan sama bank asing deh…
Wah kok bisa terdampar di situs ini lagi ya, padahal cuma search “eko andri” haha…. After a year ternyata Tuhan punya “cara” sendiri untuk membantu saya, either “mujur” di sana dan “tidak mujur” di sini. Yang penting tetap semangat berusaha, tetap optimis, berani ambil resiko (yang ini depend on the situation yah haha). Dalam kasus saya, waktu itu saya bener2 tak ingin kerja sama orang lagi, cita2 tinggi mau jadi enterpreneur sejati, eh Tuhan berkata lain. Anyway mungkin kalau dengan “cara” ini Tuhan berkata lain, yah dijalani dulu deh, yang penting “dapur” ngebul hahaha….
Buat yg masih “cari pinjaman”, tetap semangat!!
Eko Andri