<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Usaha Sendiri, Kreatifitas dan Produktifitas Meningkat</title>
	<atom:link href="http://www.robinmalau.org/archives/70/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.robinmalau.org/archives/70</link>
	<description>backup website!</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Dec 2010 05:04:05 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.2</generator>
	<item>
		<title>By: martina</title>
		<link>http://www.robinmalau.org/archives/70/comment-page-1#comment-51</link>
		<dc:creator>martina</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 09:26:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.robinmalau.org/usaha-sendiri-kreatifitas-dan-produktifitas-meningkat/#comment-51</guid>
		<description>go go go</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>go go go</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Eko Andri</title>
		<link>http://www.robinmalau.org/archives/70/comment-page-1#comment-50</link>
		<dc:creator>Eko Andri</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 16:29:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.robinmalau.org/usaha-sendiri-kreatifitas-dan-produktifitas-meningkat/#comment-50</guid>
		<description>&quot;Jika anda berani terima tantangan jadi mahluk kreatif, berhenti kerja di korporasi dan dirikan usaha sendiri&quot;

Hello there again, kebanyakan masalah para calon enterpreneur bukan pada masalah kreatifitas, tapi &quot;gengsi&quot;.  Para ca-pren tersebut kebanyakan memilih lahan industri tinggi modal seperti teknologi infomasi, yang mengakibatkan mereka terjebak pada kreatifitas mereka sendiri, modal mereka tidak cukup untuk mewujudkan kreatifitas mereka. Jika menyimak sektor sektor industri yang lebih merakyat (jadinya home-industri), seperti beberapa pengusaha batik di daerah, pemanfaatan barang recycled untuk cover cd, photo frame atau dll, di sinilah seharusnya &quot;kreatifitas&quot; mereka bermain. Bagaimana memanfaatkan modal &quot;dana&quot; yg sedikit, dipadukan dengan &quot;kreatifitas&quot; mereka yg melimpah (baca: &quot;kaya&quot;).

So untuk para ca-pren, jangan gengsi, sampah aja bisa bikin Anda kaya lho, itu kalau Anda &quot;kreatif&quot;...... (Blagu mode off, saya sendiri cuma bisa ngomong doang hahaha)

Eko Andri</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Jika anda berani terima tantangan jadi mahluk kreatif, berhenti kerja di korporasi dan dirikan usaha sendiri&#8221;</p>
<p>Hello there again, kebanyakan masalah para calon enterpreneur bukan pada masalah kreatifitas, tapi &#8220;gengsi&#8221;.  Para ca-pren tersebut kebanyakan memilih lahan industri tinggi modal seperti teknologi infomasi, yang mengakibatkan mereka terjebak pada kreatifitas mereka sendiri, modal mereka tidak cukup untuk mewujudkan kreatifitas mereka. Jika menyimak sektor sektor industri yang lebih merakyat (jadinya home-industri), seperti beberapa pengusaha batik di daerah, pemanfaatan barang recycled untuk cover cd, photo frame atau dll, di sinilah seharusnya &#8220;kreatifitas&#8221; mereka bermain. Bagaimana memanfaatkan modal &#8220;dana&#8221; yg sedikit, dipadukan dengan &#8220;kreatifitas&#8221; mereka yg melimpah (baca: &#8220;kaya&#8221;).</p>
<p>So untuk para ca-pren, jangan gengsi, sampah aja bisa bikin Anda kaya lho, itu kalau Anda &#8220;kreatif&#8221;&#8230;&#8230; (Blagu mode off, saya sendiri cuma bisa ngomong doang hahaha)</p>
<p>Eko Andri</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

