Aktivis Hak Asasi Manusia Memprotes Langkah Indonesia dan Cina

Merah Putih BerkibarLangkah Indonesia untuk menghalangi resolusi Dewan Keamanan PBB dalam kasus kemanusiaan di Myanmar ‘tidak dapat dipercaya dan tidak dapat diterima", ungkap Sunai Phasuk, seorang representatif dari grup pengawas Human Rights Watch. Menurut Sunai, Indonesia tidak punya alasan untuk mengeluarkan ‘taktik sinis’ tersebut karena Indonesia menerima begitu banyak pertolongan dari dunia internasional ketika mendapat musibah Tsunami di Aceh tahun 2004.

Sebelumnya, rezim militer Myanmar menolak untuk memberikan ijin kepada pekerja internasional untuk mendistribusikan bantuan di zona krisis cyclone, meski ratusan ribu rakyat Myanmar sangat membutuhkannya. "Jangan heran, Cina pun membantu untuk menolak resolusi tersebut, karena Cina selalu membantu pemerintahan otoriter", tukas Sunai.

Pada hari Kamis lalu, Indonesia dan Cina menolak proposal Perancis untuk membolehkan Dewan Keamanan untuk menekan rezim militer Myanmar agar memberikan ijin sepenuhnya pada pekerja sosial internasional.

Menurut Sunai pula:

Asean hanya menginginkan kedamaian dan stabilitas, tetapi memposisikan diri seperti ini adalah bodoh. Ada resiko kemarahan besar di kalangan rakyat Myanmar karena pihak militer yang tidak perduli akan kemanusiaan. Asean yang sangat lambat memprotes pembunuhan terhadap pendeta Budha di Myanmar September 2007 menunjukkan bahwa Asean tidak punya hati.

Menurut Direktur Human Right Watch Asia, Brad Adams:

Dunia sedang memperhatikan dan mengawasi Cina. Jika Cina gagal menggunakan kekuatannya untuk memasukkan bantuan ke Birma, maka Cina juga bertanggung jawab atas kematian ratusan ribu orang disana.

Sumber: Earth Times.

Leave a comment