Awalnya, seperti kebanyakan dari kita yang hidup di Indonesia, saya menggunakan produk bajakan Microsoft. Tetapi, sedikit-sedikit saya berusaha untuk merubah kebiasaan jelek tersebut. Caranya? Mengganti produk Microsoft di komputer saya satu per satu. Mengapa? Karena buat saya, daripada membajak, lebih baik saya ganti saja semuanya dengan produk open source dan produk ‘gratisan’ yang ngga kalah.
Di pekerjaan korporasi saya terakhir, saya adalah Manajer Penjualan dan Operasi perusahaan retail. Dalam pekerjaan itu, otomatis saya banyak berurusan dengan departemen IT. Staff di departemen tersebut doyan banget sama produk Microsoft. Entah doyan entah stuck. Anyway, dengan kebiasaan serba Microsoft tersebut, otomatis semua komputer di kantor dan di toko di instal produk software Microsoft, dari Word, Windows, Outlook, Internet Explorer dan lain sebagainya. Sampai suatu hari, beberapa toko kami didatangi polisi dan menuntut untuk mengganti semua software Microsoft dengan software asli. Bodohnya, mereka nurut dan membeli software yang mahal padahal banyak alternatif lainnya. Ya, tapi saya rasa kebanyakan korporasi punya pola pikir seperti itu. Ah, lagi-lagi zona kenyamanan membunuh kreatifitas.
Anyway, dibawah ini adalah beberapa software yang anda sangat kenal dan alternatif penggantinya:
Internet Explorer.
IE adalah browser terbodoh yang pernah saya temui. Ironisnya, IE adalah browser standar komputer windows dan kebanyakan pengguna bahkan tidak tahu bahwa browser-nya sebenarnya bisa diganti. Dan, pengguna Microsoft terjebak dengan Internet Explorer yang sudah sangat ketinggalan jaman sehingga banyak fitur-fitur website jaman sekarang yang tidak dapat digunakan pengguna IE.
Alternatif: Firefox, Safari, Opera, Flock.
MS Office
Kumpulan software ini mungkin adalah jagoannya Microsoft. Jika anda tidak memiliki uang Rp 1,500,000 untuk membeli produk asli, lebih baik ganti saja.
Alternatif: Open Office.
MS Outlook
Pengguna email, biasanya sangat bergantung kepada software yang satu ini. Biasanya email client ini masuk kedalam paket MS Office.
Alternatif: Thunderbird.
Selain itu, sudah beberapa kali saya temui inisiatif Microsoft yang ngga jelas yang saya anggap sangat merugikan konsumen, seperti:
- Pemaksaan semua Windows user untuk mengganti semua Windows Xp kebawah ke Windows Vista. Untungnya inisiatif putus asa ini digagalkan oleh klien mereka sendiri, yaitu beberapa produsen PC besar yang bersikeras untuk menginstall Window XP di produknya.
- Seenaknya menghentikan Xbox dan menggantinya dengan Xbox 360. Otomatis Xbox lama saya jadi bangkai.
Inisiatif-inisiatif tersebut membuat saya semakin tidak percaya niat penciptaan value Microsoft untuk konsumen nya karena kemampuannya monopoli pasar. Maka dari itu, daripada saya bergantung terus, saya berinisiatif untuk membuang produk Micsrosoft dari kehidupan saya. Satu per satu.
Catatan: Ada beberapa software Microsoft seperti Windows XP (punya saya asli) sehari-hari yang masih belum saya ganti. Soon!
