<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>RobinMalau.org &#187; Thoughts</title>
	<atom:link href="http://www.robinmalau.org/archives/tag/thoughts/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.robinmalau.org</link>
	<description>backup website!</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 08:49:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.2</generator>
		<item>
		<title>Why Swearing at Work Good For You</title>
		<link>http://www.robinmalau.org/archives/54</link>
		<comments>http://www.robinmalau.org/archives/54#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2007 12:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://entrepreneuriality.wordpress.com/2007/10/28/why-swearing-at-work-good-for-you/</guid>
		<description><![CDATA[Di banyak perusahaan, mungkin termasuk perusahaan tempat saya bekerja, swearing atau berkata-kata keras saat bekerja adalah tabu. Tetapi penelitian di Inggris akhir-akhir ini menunjukkan sebaliknya. Swearing at work akan menaikkan semangat kerja. Meski hasil penelitian ini kontroversial, menurut saya kesimpulannya masuk akal: This study will serve not only to acknowledge the part that swearing plays [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di banyak perusahaan, mungkin termasuk perusahaan tempat saya bekerja, swearing atau berkata-kata keras saat bekerja adalah tabu. Tetapi penelitian di Inggris akhir-akhir ini menunjukkan sebaliknya. Swearing at work akan menaikkan semangat kerja.</p>
<p>Meski hasil penelitian ini kontroversial, menurut saya <a href="http://www.inc.com/news/articles/200710/swearing.html?partner=rss">kesimpulannya masuk akal</a>:<br />
<blockquote>This study will serve not only to acknowledge the part that swearing plays in our work and our lives, but also to indicate that leaders sometimes need to think differently and be open to intriguing ideas.</p>
<p>The primary issue for management is whether or not to apply a tolerant leadership culture to the workplace and deliberately allow swearing.</p></blockquote>
<p>Yeah, baik swearing ke atas ke bawah maupun secara horisontal, menurut saya swearing sebaiknya dibiarkan terjadi di kantor. Yang penting, jika ini sudah membudaya di perusahaan anda, sedikit swearing di Senin pagi tidak menjadi sesuatu yang luar biasa, malah menambah semangat kerja. Daripada bicara di belakang?</p>
<p>Yang harus diperhatikan ya kembali budaya kerja dan budaya timur kita. Saya sering disebut keras hanya karena teman-teman saya ngga mau swearing dan memilih bicara di belakang, dan akhirnya lingkungan kerja terpecah menjadi kelompok-kelompok kecil yang sering bentrok dan akhirnya semangat kerja hilang. Saya ngga suka hasil yang terakhir, jika ingin swearing, maka swearing lah. Tapi jangan pakai hati.</p>
<p>Now swear to your friends.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.robinmalau.org/archives/54/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>If You Can&#8217;t Enjoy It Anymore, Quit!</title>
		<link>http://www.robinmalau.org/archives/52</link>
		<comments>http://www.robinmalau.org/archives/52#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 12:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://entrepreneuriality.wordpress.com/2007/10/24/if-you-cant-enjoy-it-anymore-quit/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan lalu saya selesai membaca buku The Dip dari Seth Godin. Hasilnya luar biasa. Paradigma saya tentang bukan hanya tentang bekerja dan berbisnis tetapi hidup secara keseluruhan berubah. Saya hanya akan melakukan sesuatu jika saya masih merasa tertantang, dan masih melihat masa depan dan peluang, maka saya akan menjalani apa yang sedang saya kerjakan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa bulan lalu saya selesai membaca buku The Dip dari Seth Godin. Hasilnya luar biasa. Paradigma saya tentang bukan hanya tentang bekerja dan berbisnis tetapi hidup secara keseluruhan berubah. Saya hanya akan melakukan sesuatu jika saya masih merasa tertantang, dan masih melihat masa depan dan peluang, maka saya akan menjalani apa yang sedang saya kerjakan.</p>
<p>Hari ini saya membaca sebuah artikel yang mengingatkan saya pada buku The Dip. Jika sudah tidak enjoy, maka berhentilah.</p>
<p>Buat saya, bekerja haruslah fun. Jika sudah tidak fun lagi, untuk apa bekerja? Berhenti saja.</p>
<p>For me, this is the advice of the day. Love it.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.robinmalau.org/archives/52/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Work – Life Balance, Mengapa Penting?</title>
		<link>http://www.robinmalau.org/archives/50</link>
		<comments>http://www.robinmalau.org/archives/50#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Oct 2007 15:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://entrepreneuriality.wordpress.com/2007/10/22/work-%e2%80%93-life-balance-mengapa-penting/</guid>
		<description><![CDATA[Kita hidup untuk bekerja dan bekerja untuk hidup. Hal tersebut adalah alami adanya. Tanpa bekerja kita tidak bisa hidup, tetapi tanpa hidup tentunya kita tidak bisa bekerja. Work – Life Balance. Dalam pengertian saya, Work – Life Balance berarti sebuah rangkaian kegiatan yang secara konsisten dilaksanakan oleh manusia untuk mencapai keseimbangan dalam hidup dan bekerja. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.entrepreneuriality.com"><img style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp0.blogger.com/_VjGmjeGIJl8/RxzDvNVqUQI/AAAAAAAAA_s/hHBqUm5vjlw/s400/1st+day+of+become+human.jpg" alt="" border="0" /></a>Kita hidup untuk bekerja dan bekerja untuk hidup. Hal tersebut adalah alami adanya. Tanpa bekerja kita tidak bisa hidup, tetapi tanpa hidup tentunya kita tidak bisa bekerja. Work – Life Balance. Dalam pengertian saya, Work – Life Balance berarti sebuah rangkaian kegiatan yang secara konsisten dilaksanakan oleh manusia untuk mencapai keseimbangan dalam hidup dan bekerja.</p>
<p>Work – Life Balance adalah sesuatu yang mendasar. Saya teringat jargon Garing dari Dagadu. Garing artinya Tiga Piring. Sebanyak apapun yang anda hasilkan, toh anda hanya makan sehari maksimal 3 kali. Tentu, yang membuat jargon ini menarik, bahwa Dagadu adalah sebuah bisnis yang sukses. Pada akhirnya, berapa mobil yang sebenarnya kita butuhkan, dan berapa buah rumah yang kita inginkan?</p>
<p>Saya suka sedih jika mendengar teman saya yang sukses finansial tetapi tidak sukses dalam berkeluarga, begitu pula sebaliknya. Uang sangat penting. Bahkan, sejujurnya jika saya punya waktu berkhayal, saya ngga pernah berkhayal ingin punya keluarga bahagia, sebaliknya saya ingin punya uang yang banyak. Tetapi, dalam kenyataannya, saya terlebih dahulu mendapatkan keluarga yang bahagia. Saya punya istri yang cantik dan pintar, yang melahirkan seorang bayi yang sangat lucu. Dan, berbeda dengan khayalan saya, saya berbahagia.</p>
<p>Keseharian saya adalah bekerja. Saya bekerja di kantor dari pagi hingga sekitar jam 7 WITA setiap hari. Sesudah itu saya melanjutkan kegiatan di rumah untuk blogging dan membantu istri saya mengelola bisnisnya di Bandung. Jika dihitung, saya ngga pernah beristirahat karena weekend pun saya gunakan untuk membangun website, networking, baca buku, membaca RSS feed dan sebagainya. Capai? Tentu, tapi saya bahagia. Kenapa? Karena saya mengerjakan apa yang saya suka. Saya bekerja di industri yang dekat dengan keseharian saya, dan saya bekerja dengan orang-orang yang saya suka. Di rumah, saya bekerja dengan istri saya, sambil bersenang-senang dengan anak bayi kami.</p>
<p>Jika harus memilih, saya akan memilih keduanya. Hidup dan bekerja. Teringat lagi filosofi dari Jim Collins dalam bukunya <a href="http://www.amazon.com/gp/product/0060566108?ie=UTF8&amp;tag=rockstarpundit-20&amp;linkCode=as2&amp;camp=1789&amp;creative=9325&amp;creativeASIN=0060566108">Built to Last: Successful Habits of Visionary Companies</a><img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=rockstarpundit-20&amp;l=as2&amp;o=1&amp;a=0060566108" alt="" style="border:medium none !important;margin:0 !important;" border="0" height="1" width="1" />, yaitu jangan terjebak dengan si tirani ATAU tetapi rangkul si jenius DAN. Ya, saya setuju. Jangan mau memilih hanya satu; hanya bekerja ATAU hanya hidup sekedarnya. Tetapi pilih keduanya bekerja keras DAN hidup bahagia.</p>
<p>Semoga berguna. Cheers untuk hidup dan bekerja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.robinmalau.org/archives/50/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Another Sindrom Minggu Malam</title>
		<link>http://www.robinmalau.org/archives/48</link>
		<comments>http://www.robinmalau.org/archives/48#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Oct 2007 09:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://entrepreneuriality.wordpress.com/2007/10/21/another-sindrom-minggu-malam/</guid>
		<description><![CDATA[4 hari terakhir saya stay di rumah ngga pergi ke kantor. Rasanya? Aneh. Besok pagi kesibukan kembali seperti biasa karena rekan-rekan yang cuti bersama sudah kembali masuk kantor. Well, biasanya Senin pertama sesudah libur panjang ngga terlalu tegang, tetapi buat saya biasanya langsung tegang. Haha. Maklum, dah mau abis masa akuntansi 2007, saya harus kumpulkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>4 hari terakhir saya stay di rumah ngga pergi ke kantor. Rasanya? Aneh.</p>
<p>Besok pagi kesibukan kembali seperti biasa karena rekan-rekan yang cuti bersama sudah kembali masuk kantor. Well, biasanya Senin pertama sesudah libur panjang ngga terlalu tegang, tetapi buat saya biasanya langsung tegang. Haha. Maklum, dah mau abis masa akuntansi 2007, saya harus kumpulkan laporan untuk shareholder meeting November yang akan datang.</p>
<p>Well, another <a href="http://www.entrepreneuriality.com/2007/09/sindrom-minggu-malam.html">sindrom minggu</a> malam akan saya lewati lagi. Cheers lagi ah, semoga sukses Senin esok untuk anda semua.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.robinmalau.org/archives/48/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sindrom Minggu Malam</title>
		<link>http://www.robinmalau.org/archives/37</link>
		<comments>http://www.robinmalau.org/archives/37#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Sep 2007 15:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://entrepreneuriality.wordpress.com/2007/09/10/sindrom-minggu-malam/</guid>
		<description><![CDATA[Hal ini sudah berlangsung cukup lama, tapi baru Minggu malam tadi saya memikirkannya, Sindrom Minggu Malam. Apaan tuh? Ceritanya begini&#8230; Hari Senin adalah hari paling menyenangkan. Saya selalu bangun pagi, pergi ke kantor untuk bekerja, berpikir, berinteraksi, berkarya dan melakukan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan produktifitas. Hari Senin sangat menyenangkan karena pikiran saya selalu segar, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.entrepreneuriality.com"><img style="float:left;cursor:pointer;width:157px;height:218px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://stolenpicture.googlepages.com/Thinker.jpg" alt="" border="0" /></a>Hal ini sudah berlangsung cukup lama, tapi baru Minggu malam tadi saya memikirkannya, Sindrom Minggu Malam. Apaan tuh? Ceritanya begini&#8230;</p>
<p>Hari Senin adalah hari paling menyenangkan. Saya selalu bangun pagi, pergi ke kantor untuk bekerja, berpikir, berinteraksi, berkarya dan melakukan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan produktifitas. Hari Senin sangat menyenangkan karena pikiran saya selalu segar, dan hati saya bugar. Lebih segar daripada hari Jumat. Mengapa? Karena saya baru ber-weekend ria alias beristirahat dari pekerjaan rutin saya selama setidaknya 2 hari, yaitu di hari Sabtu dan Minggu.</p>
<p>Sindrom Minggu Malam itu sendiri adalah suatu aktifitas yang terjadi setiap hari Minggu malam, dimana saya berpikir banyak tentang apa yang sudah saya lakukan minggu sebelumnya dan apa yang ingin dan seharusnya saya lakukan minggu yang akan datang.<br />Biasanya, hari minggu malam saya tutup dengan nonton Liga Inggris, terutama Manchester United dan memeriksa ceklist yang harus saya lakukan esok pagi di kantor (lihat posting-an sebelumnya <a href="http://www.entrepreneuriality.com/2007/07/thank-god-its-monday.html">Thank God It&#8217;s Monday</a>). Biasanya pula, di momen tersebut saya berpikir ‘lebih’ daripada biasanya tentang pekerjaan saya.</p>
<p>Saat itu pulalah, saya bisa berpikir cenderung lebih tenang, karena saya tidak terburu-buru dan dikejar rutinitas. Serta, saya bisa memiliki ruang dan waktu untuk berandai-andai, memikirkan masa depan perusahaan tempat saya bekerja. Pada momentum minggu malam ini pula saya banyak memikirkan dan menemukan cara, metoda, pendekatan dan pemecahan masalah baru yang saya perkirakan akan datang. Istilahnya, banyak ide muncul lah. Sindrom Minggu Malam ini biasanya berlangsung sekitar 3-4 jam.</p>
<p>Picture credit: <a href="http://www.rci.rutgers.edu/">www.rci.rutgers.edu</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.robinmalau.org/archives/37/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Weekly Entrepreneuriality</title>
		<link>http://www.robinmalau.org/archives/22</link>
		<comments>http://www.robinmalau.org/archives/22#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Aug 2007 10:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[whatever]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://entrepreneuriality.wordpress.com/2007/08/12/weekly-entrepreneuriality/</guid>
		<description><![CDATA[Seminggu terakhir saya mendapat banyak sekali kejadian dan pengalaman, terutama pengalaman di kantor dan ber-internet. Piuhhh… lebih berhati-hati dalam hidup di internet, itu yang yang saya dapat. Highlight-nya adalah sebagai berikut:1. Pekerjaan di kantor padat sekali. Ada beberapa rencana bisnis yang kritis yang semoga dapat membantu perusahaan tempat saya bekerja berjalan lebih cepat lagi. I [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.entrepreneuriality.com"><img style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp2.blogger.com/_VjGmjeGIJl8/Rr7ijwsrg4I/AAAAAAAAAOY/hdn27AXlYOY/s320/photo_4339_20070301+edit.jpg" alt="" border="0" /></a> Seminggu terakhir saya mendapat banyak sekali kejadian dan pengalaman, terutama pengalaman di kantor dan ber-internet. Piuhhh… lebih berhati-hati dalam hidup di internet, itu yang yang saya dapat. Highlight-nya adalah sebagai berikut:<br />1. Pekerjaan di kantor padat sekali. Ada beberapa rencana bisnis yang kritis yang semoga dapat membantu perusahaan tempat saya bekerja berjalan lebih cepat lagi. I love my job.<br />2. Kegiatan kewirausahaan saya macet. Saya berjualan merchandise band saya. Sekarang macet di produksi. Puihhhh, jangan sampai peak season lebaran ini ngga optimal, mau ditaruh dimana muka saya di depan investor bisnis saya.<br />3. Saya men-digg sebuah artikel dari blog-nya Guy Kawasaki. Saya belum mengerti bagaimana social networking site tersebut bekerja setelah saya men-digg kembali artikel Guy Kawasaki yang lain. Cerita lengkapnya ada <a href="http://www.robinmalau.com/2007/08/comments-on-digg-will-not-kill-you.html">disini</a>.<br />4. Saya mendapat banyak masukan tentang meng-enhance teknik ber-internet dari <a href="http://labnol.blogspot.com/">Digital Inspiration</a>.<br />5. Subcriber entrepreneuriality bertambah.<br />6. Geografis pengunjung site ini bertambah, dari hanya Indonesia, menjadi Inggris, Amerika, Estonia, New Zealand, Australia dan India.<br />7. Saya menemukan Firefox add-onn untuk terjemahkan (Ing-In-Ing) isi website/blog yaitu <a href="https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/search?q=kamus&amp;status=4">kamus.net</a>. Ini satu developernya orang Indonesia asli, Pak Anwar Chandra. Terimakasih mas!<br />8. Social networking site favorit saya sekarang adalah <a href="http://www.facebook.com/p/Robin_Malau/770065916">Facebook</a>.<br />9. Saya ketemu teman lama, seorang senior saya dulu main skateboard. Namanya <a href="http://www.linkedin.com/pub/dir/Nala/Rinaldo">Bang Nala Rinaldo</a>. Beliau sudah menjadi pejabat di salah satu TV swasta di Indonesia, tapi semangat &amp; jiwanya muda terus.<br />10. Beberapa file tentang kewirausahaan saya update di <a href="http://groups.google.com/group/Entrepreneur_Indonesia/files">Google Groups</a>.<br />11. Saya mendirikan blog baru untuk kesebelasan favorit saya, <a href="http://www.manchestered.com/">Manchester United</a>.<br />12. Saya masih mencari template, karena pembuat template yang saya pakai untuk entrepreneuriality.com ngga bisa dihubungi. Mungkin sibuk, tapi menurut pengalaman, ini penyakit webmaster orang Indonesia. Susah dihubungi/selalu sulit melakukan komunikasi dengan non-webmaster atau webmaster pemula seperti saya. Maaf kalau ada yang tersinggung tapi ini menurut pengalaman saya. Mudah-mudahan menjadi masukan untuk webmaster lain.<br />13. Saya masih menyelesaikan membaca buku <a href="http://www.amazon.com/gp/product/1401302378?ie=UTF8&amp;tag=entrepreneuriality-20&amp;linkCode=as2&amp;camp=1789&amp;creative=9325&amp;creativeASIN=1401302378">The Long Tail</a><img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=entrepreneuriality-20&amp;l=as2&amp;o=1&amp;a=1401302378" alt="" style="border:medium none !important;margin:0 !important;" border="0" height="1" width="1" />. Maaf terlambat <img src='http://www.robinmalau.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> .<br />14. <a href="http://www.google.com/">Google</a> adalah perusahaan internet terbaik di dunia.<br />15. Terimakasih atas dukungan terhadap entrepreneuriality.com.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.robinmalau.org/archives/22/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

