Cartoon by Dave Walker. Find more cartoons you can freely re-use on your blog at We Blog Cartoons.
Posts Tagged: Uncategorized
12
Oct 07
Ini Juga Lucu
12
Oct 07
Ini Lucu
Cartoon by Dave Walker. Find more cartoons you can freely re-use on your blog at We Blog Cartoons.
17
Sep 07
The Art of Work at Life
Seperti kita tahu, masa seperti sekarang adalah masa paling sibuk untuk buruh ritel. Kami akan menghadapi yang disebut Peak Season Lebaran, masa paling sibuk dalam kegiatan retailer se-Indonesia dalam setahun kalender akuntansi. Tahun ini, masa tersebut kami gunakan pula untuk membuka toko. baru
Ya, tempat saya bekerja baru saja membuka toko kami yang ke 14. Seharusnya kami bergembira, berkumpul dan merayakannya dengan minum bir. Tetapi kenyataannya tidak, kami sekantor malah stres. Salah satu asisten manajer saya yang menjadi Head of Project dari pembukaan toko tersebut, sangat tertekan dan menjadi stres.
Well, selain membuka toko tadi, kami juga melakukan renovasi pada salah satu toko kami di kawasan elit, Pondok Indah Mall II. Selain itu kami juga membantu salah satu vendor kami menyelenggarakan ‘Big Sale’ dalam waktu dekat. Asisten manajer tadi, adalah juga pimpinan semua proyek tersebut, makanya dia stres.
Yang membuat stres teman saya tadi adalah dateline yang begitu berdekatan. Kalau sudah begitu, punya team sehebat apapun pasti masih terasa kurang. Jadilah stres. Karena kami team, satu stres, akan menular ke yang lainnya.
Jika dikaji, sebenarnya yang membuat kita semua stres adalah sistem. Tentu, kita selalu terjebak dalam sebuah sistem, karena kita hanyalah sekumpulan sub-sistem. Sub-sistem sekitar kita yang berada di dalam satu sistem yang mengkungkung kita yang membuat kita stres; entah itu keluarga, atasan, bawahan, kolega, partner, klien dan sebagainya.
Coba lihat beberapa minggu lalu, saat pekerjaan di kantor tidak sesibuk sekarang, semua sub-sistem tadi adalah teman bekerja yang sangat menyenangkan.
Lantas, bagaimana menyelesaikan masalah stres ini? Gampang. Pulang, jangan ngantor, refreshing dulu boss. Setelah hilang suntuknya, baru kembali lagi ke kantor. It’s the art of work at life, jika anda stres, berarti ada yang salah. Maka berhentilah sejenak.
Bagaimana dengan dateline yang semakin dekat? Lah, kan ada sub-sistem lainnya, mereka kan mahluk hidup? Let’s work, it’s fun!
13
Sep 07
Condolences
Hari ini saya berduka. Sangat berduka. Anak bayi dari salah satu eksekutif di industri tempat saya bekerja meninggal. Tenggelam dalam kolam renang di salah satu rumah terindah di kawasan sepi di Bali yang dimiliki selebriti di industri tempat saya bekerja.
Saya semakin sedih karena saya juga punya seorang bayi. Karena itu, mungkin, saya mengerti kesedihan keluarga yang ditinggalkan.
Saya semakin sedih lagi karena konon bayi itu meninggal karena kecerobohan ibunya yang asik hang out dengan sesama ibu-ibu. Tahu-tahu mereka sadar, anak bayinya sudah mengambang di kolam renang. Saat terjadi, ayah sang bayi sedang berada di Amerika.
Kebayang sedihnya seperti apa?
Speechless… Hope God forgive.
9
Sep 07
The 2007 Inc. 5000
Majalah Inc. mengeluarkan daftar 5.000 perusahaan dengan pertumbuhan paling cepat di Amerika. Well, ngga terlalu berguna karena jauh banget dari implementasi di Indonesia, tetapi setidaknya kita bisa tahu apa yang terjadi di dunia bisnis kecil dan menengah disana.
Banyak sekali model bisnis baru yang berkembang, tetapi pusat perhatian saya adalah Bill Me Later. Perusahaan ini mengalami pertumbuhan 8.650.9% sejak didirikan tahun 2002. Pada tahun 2003 total revenue mereka adalah US $613.000 dan tumbuh menjadi $53.6 million pada tahun 2006. Kebayang ngga hectic-nya mereka bekerja?
Anyhow, mereka dapat tumbuh sedemikian pesat dengan memiliki business model yang unik. Ulasan Inc.com:
What it does: Operates an online payment system used by merchants such as Wal-Mart and Overstock.com. Shoppers click “Bill Me Later” and enter a birth date and part of their Social Security number. The company pays the merchant overnight and bills consumers…later.Why it’s growing: Consumers are skittish about entering credit card information online; here they don’t need to. The company says it charges merchants 40 percent less per transaction than Visa and MasterCard. Shoppers pay 19.9 percent interest on carried-over balances.
Untuk full list Inc. 5.000 disini.
Terimakasih, semoga berguna.
5
Sep 07
Saya Pakai Gmail, Saya Suka Gmail
Sudah setahun lebih saya menggunakan Gmail. Saya fans berat servis email gratis yang disediakan Google ini. Jika anda juga pengguna Gmail, sejak sekitar sebulan yang lalu, setiap akan log in, anda seringkali melihat iklan untuk kompetisi Gmail Behind The Scene Video.
Well, akhirnya, tim Gmail mengumumkan pemenangnya, yaitu video di You Tube di bawah ini. Saya nonton berulangkali, karena lucu, kreatif, edun, hehe…
Complete history ada disini, dan di official Gmal blog disini. Sayangnya ngga ada orang Indonesia yang masuk ke finale video ini. Tapi ngga papa selama hasil kompetisinya bagus dan saya masih bisa ikut menikmati.
Sip.
25
Aug 07
Kuta – Bali di Google Map Part II
Alamat Google Maps disini (sori, entah kenapa post terahir saya ngga bisa diedit).
Terimakasih.
25
Aug 07
Kuta – Bali di Google Map
Google Maps memiliki fitur baru, yang dapat menyimpan (is this the correct word for ‘embed’?) peta yang anda perlukan di blog / website anda. Dibawah ini adalah peta Kuta-Bali yang terbaik yang Google Maps miliki, sayangnya Google belum punya detil tentang Kuta. Tetapi, keep check back ke entrepreneuriality.com, kenapa? Setiap Google menambahkan fitur pada Google Map, map dibawah ini akan ikut berubah.
Cheers from Kuta-Bali!
21
Aug 07
Blog Tentang Inspirasi Bisnis di Indonesia
Ada blog bagus tentang bisnis (lebih luas sedikit) di Indonesia di alamat ini.
Thanks, semoga berguna.
19
Aug 07
Terimakasih Telkom Speedy
Bulan Juli lalu, saya posting ke puluhan milis berjudul Hati-hati Daftar Telkom Speedy di Bali. Hasilnya? Luar biasa. Ratusan komentar masuk ke email saya. Saya ngga ‘ngeuh’ bahwa seberapa besar masalah ini sebenarnya. Yang saya tahu, saya butuh koneksi internet cepat dan Telkom Speedy mengecewakan saya.
Lantas, beberapa hari setelah posting masalah ini ke internet, beberapa staff dari Telkom Speedy Bali datang ke rumah saya, menawarkan pemasangan Speedy. Awalnya saya menolak karena ingin memastikan bahwa mereka benar-benar niat berjualan. Akhirnya saya pakai Telkom Speedy berkat niat baik Pak Ketut Santika, Ibu Indah, Pak Widi dan Pak Jodri.
Anyhow, sudah 2 bulan terakhir saya menggunakan Telkom Speedy di rumah saya, dan saya rasa sudah saatnya mengklarifikasi masalah ini. Saya puas. Malah, tagihan bulan terakhir bikin saya makin puas (hehehe… alias: jebol). Tetapi, saya benar-benar senang menggunakan Telkom Speedy untuk koneksi internet cepat di rumah saya. Hanya kalau boleh kasih masukan, mohon kualitas layanan Call Center 147 tetap diperbaiki.
Terimakasih Telkom Speedy!
16
Aug 07
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
15
Aug 07
Jadi Manajer itu Mudah, Menjadi Manajer itu Susah
Ada yang protes sama postingan saya sebelumnya, Jadi Manajer Itu Mudah. Haha. Maap. Tapi, posting-an ini mungkin bisa memberi gambaran dengan lebih jelas apa maksud saya yang sebenarnya.
Begini. Sebelum jadi manajer, saya sudah bekerja dan mencari uang dari tahun 1992. Berarti efektif sudah 17 tahun. Awalnya saya kerja serabutan dan mengandalkan uang dari menjadi pemain band underground.
Pada tahun 1996, saya mulai bekerja dengan jam kerja formal. Waktu itu saya menjadi penjaga distro pertama di Bandung, namanya Reverse Outfits. Saya menerima gaji Rp 110.000,- per bulan.
Saya tidak hanya bekerja, saya selalu belajar agar menjadi lebih baik. Saya belajar dari banyak sumber:
1. Pendidikan Formal
Pada tahun 2005 pertengahan, saya berhasil menyelesaikan program studi magister manajemen di Universitas Padjajaran Bandung. Saya berhak menyandang gelar Magister Management (MM), jurusan Manajemen Kewirausahaan. Saat study, saya berwirausaha part time. Dari hari Senin-Jumat saya berwirausaha, Sabtu dan Minggu saya kuliah. Nyaris ngga pernah ngerasain yang namanya libur.
2. Membaca
Selain tuntutan study formal, saya suka sekali baca buku. Di rumah saya, ada sekitar 2000-an judul buku, belum lagi majalah, e-book dan lain sebagainya. Sekarang saya sedang suka baca blog. Dalam sehari, saya membaca sekitar 100 artikel kewirausahaan dari seluruh dunia. Setelah pulang dari kantor, saya tersambung lagi ke Google Reader hingga larut malam.
3. Bekerja & Berwirausaha
Saat bekerja dan berbisnis, saya mendapat banyak sekali. Tentunya technical know-how. Ini sangat penting karena dapat menjembatani (knowing-doing gap) teori manajemen bisnis yang saya dapatkan di pendidikan formal.
4. Belajar langsung dari orang lain
Saya belajar dari orang yang sudah duluan sukses. Orang sukses disini adalah orang yang berhasil dan orang yang pernah gagal. Tidak tertutup kemungkinan mereka itu teman, saudara, adik, bawahan, maupun pengusaha sukses.
Mudah? Tidak sama sekali. Mungkin saat saya sedang bekerja, belajar dan memeras otak, anda sedang berjalan-jalan dengan teman-teman atau bersantai nonton tv.
Jadi, kesimpulannya adalah: memang JADI manajer itu (relatif) mudah, MENJADI manajer itu susahnya minta ampun. Silahkan mencoba sendiri kalau tidak percaya.
Terimakasih, semoga berguna.
5
Aug 07
Hello Nama Saya Really Simply Syndication
Saya biasa disingkat RSS. Gambar di kanan ini adalah salah satu bentuk logo standar saya. Jika anda melihat logo saya di website/blog/weblog favorit, maka artinya kabar gembira. Karena anda bisa terus berhubungan dengan weblog favorit anda itu.
Caranya? Mudah. Paling tidak anda punya account Google atau Yahoo!? Maka anda dapat mendapatkan update setiap kali weblog favorit anda menambahkan isi weblog-nya, dan diantar langsung melalui Google Reader atau MyYahoo! anda. Setelah meng-klik logo saya, maka biasanya anda akan diantar ke halaman pilihan. Disana anda akan diberikan pilihan untuk berlangganan lewat account Google atau Yahoo anda.
Cara lainnya adalah update lewat email seperti disamping kanan ini Misalnya anda menyukai entrepreneuriality.com ( terimakasih banyak, Robin Malau pencipta dan pengurus weblog ini adalah salah satu teman baik saya), maka anda tinggal memasukkan alamat email anda. Sejak itu, setiap kali entrepreneuriality.com di update, materinya akan diantar langsung ke alamat email anda oleh teman kami Feedburner.
Atau seperti icon Bookmark dan Subscribe dibawah form email, anda bisa berlangganan lewat RSS.
Oh ya. Form & buttons disebelah kanan windows anda akan terlihat jika anda menggunakan browser Firefox. Untuk pengguna Internet Explorer lihat di bagian bawah atau sebaiknya, UPGRADE browser anda dengan Firefox. Anda bisa dapatkan gratis di www.mozilla.org).
Nama saya Really Simple Syndicate, biasa disingkat RSS. Senang bisa berkenalan dengan anda.
3
Aug 07
Thank God It’s Friday

Ngga Senin, Ngga Jumat, Thank God. Saat ini, di kanan kiri saya sudah tidak ada seorang staff pun. Hanya suara printer dot matrix yang mengeluarkan suara dengan ritme konstan nge-print laporan-laporan keuangan mingguan dan sesekali dering telepon yang tidak pernah diangkat.
Saya senang sekali menemukan masa seperti ini. Sepi, tapi di kantor. Beberapa laporan dan proyek ongoing minggu ini berjalan lancar. Komunikasi dengan suplier semakin baik. Boss sedang kunjungan ke Jakarta.
Piuh rasanya lega bisa nemu hari Jumat. Senin juga menyenangkan. Tapi Senin ngga akan semenyenangkan itu jika ngga ada Jumat. Setelah Jumat kan libur 2 hari, meski kadang-kadang masih bekerja, setidaknya saya bisa bekerja di suasana lain. Dan karena libur itu pulalah bekerja di hari Senin begitu menyenangkan.
Sekali lagi, have a nice weekend everyone…!
www.robinmalau.com &
www.entrepreneuriality.com
best viewed with Firefox.
the coolest internet browser in the world
get it FREE at www.mozilla.org
3
Aug 07
So You Work for Billabong
Pertanyaan itu sering diajukan kepada saya setiap kali saya memperkenalkan diri dan menjelaskan pekerjaan saya. Seperti yang saya sudah sampaikan sebelumnya, saya adalah Intrapreneur. Yaitu entrepreneur yang bekerja untuk orang lain. Sebelumnya, saya menjadi pemain band selama 10 tahun, dan berada di creative industry selama 15 tahun. Sejak 10 bulan yang lalu, saya pindah (kembali) ke Bali. Sebelumnya, saya sempat bekerja disini untuk Volcom selama 1 tahun di tahun 2002-2003. Kemudian saya pindah ke Bandung untuk menyelesaikan paska sarjana, lantas kembali bekerja disini, kali ini di City Surf.
Sejak saya pindah ke Bali, wajah, perawakan dan pembawaan saya dan keluarga saya jelas sekali sebagai pendatang. Tentunya sebagai pendatang, kami berusaha untuk mengikuti budaya setempat dan bersosialisasi. Kami sadari bahwa ini penting sekali jika ingin berbetah di perantauan. Setiap saya bertemu orang baru, tentu sebagai protokol standar, kami memperkenalkan diri. Ilustrasi di bawah adalah percakapan saya dengan tetangga kami, Mr. Hanoman, seorang entrepreneur pemiliki agen perjalanan keturunan Jepang.
“Saya Robin Malau, dan ini istri saya Siska”, kemudian Hanoman berkata, “wah tetangga baru, kamu bekerja dimana?”, “saya bekerja di City Surf pak”, “City Surf? Apa itu?”. Saya menjawab, “Perusahaan kami bergerak di bidang retail. Menjual pakaian dan asesoris dari industri Surf & Skate”. Kemudian beliau berkata, “Surfing? Seperti Billabong?” Saya bilang “Ya, kami juga menjual Billabong”. Pak Hanoman berkata, “Oh kamu kerja di Billabong”.
Ini terjadi bukan karena beliau keturunan Jepang yang tidak begitu fasih berbahasa Indonesia, tetapi kejadian ini lebih dari sekali. Hingga akhirnya, saya memiliki hipotesa. Untuk mengerti sesuatu yang baru, orang memerlukan role model. Seperti, jika orang bertanya kepada anda, “Apa bisnis anda?” Jika anda bilang menjual air minum kemasan, maka orang akan berasumsi: “Oh anda menjual produk seperti Aqua?”. meskipun berbeda, tetap saja orang berpikiran seperti itu. Sulit memang, tapi begitulah. jika anda pintar, anda malah bisa memanfaatkannya untuk keuntungan anda.
Have a great weekend…
www.entrepreneuriality.com
best viewed with Firefox.
the coolest internet browser in the world
get it FREE at www.mozilla.org
2
Aug 07
Simply The Best Internet Browser in the World Today
Sudah lebih dari setahun saya menggunakan Firefox dan tidak mau berganti browser lagi. Hingga hari ini, saya, yang tersambung ke internet lebih dari 12 jam sehari menggunakan Firefox. Mengapa? Sederhana. Firefox lebih stabil dan browsing menjadi jauh lebih efektif, mudah dan menyenangkan. Well, dua buku dibawah ini akan membantu menjelaskan mengapa. Semoga berguna.
Don’t Click on the Blue E!: Switching to Firefox
Tahukah anda bahwa Firefox lebih baik daripada Internet Explorer? Jika belum yakin, biarkan buku ini menjelaskan mengapa anda jangan meng-klik icon E berwarna biru. Target pasar dari buku ini adalah pengguna Windows yang ingin berganti browser dari Internet Explorer menjadi Firefox, dan memberi informasi lengkap tentang bagaimana meng-instal, konfigurasi dan menggunakan Firefox dengan kemampuan yang optimal. Buku setebal 254 halaman ini ditulis oleh Scott Granneman.
Firefox and Thunderbird Garage (The Garage Series)
Akhirnya ada juga buku yang menjelaskan bagaimana menggunakan web browser dan email client anda sebagaimana anda ingin menggunakannya! Ditulis oleh 2 orang yang mengerjakan dan melakukan uji coba terhadap program/aplikasi hebat ini. Dengan membaca buku ini, anda sudah menemukan sumber informasi yang tepat untuk menggunakan Firefox dan Thunderbird dengan optimal. Buku yang hebat untuk pemula hingga menengah yang tertarik untuk mengoptimalkan Firefox dan Thunderbird, dan semua fitur yang ada. Buku ini ditulis oleh Chris Hofmann, Marcia Knous dan John Hedtke. Diterbitkan oleh Pearson Education/Prentice Hall.
www.entrepreneuriality.com
best viewed with Firefox.
the coolest internet browser in the world
get it FREE at www.mozilla.org
1
Aug 07
The Art & Science of Business Planning
Dalam wacana entrepreneurship (kewirausahaan), tidak ada yang lebih kontroversial selain perencanaan bisnis. Mengapa saya bilang begitu? Karena, banyak pengusaha sukses, yang ditiru banyak orang, yang mengaku tidak pernah menulis perencanaan bisnis tetapi bisnisnya sukses. Dalam pengertian: bisnisnya menjadi besar, mampu bertahan dan menghasilkan keuntungan.
Saya tidak tahu apakah pengusaha-pengusaha sejenis mengatakannya dengan jujur atau tidak. Tetapi, saya khawatir, bahwa sebenarnya kita hanya terjebak dengan definisi ‘perencanaan bisnis’ yang ngawur, sehingga membuahkan kontroversi dan paradigma apakah kita memerlukannya atau tidak.
Sebenarnya, bukan masalahnya lebih dari apakah kita perlu atau tidak. Karena, perencanaan bisnis itu hanyalah bagian dari sebuah proses kewirausahaan dengan urutan logika sederhana:
1. Anda memiliki sebuah visi dan arah bisnis.
Visi tersebut anda miliki. Namanya juga visi, maka hal tersebut hanya berada di ‘kepala’ anda.
2. Anda memiliki model bisnis.
Apakah anda ingin menjadi suplier, vendor, retailer, menjadi franchisee dsb.
3. Anda memiliki rencana bisnis.
Dalam hal ini, anda memiliki perkiraan tim yang anda butuhkan, produk/jasa, pasar yang akan anda layani, bagaimana pengoperasian bisnis anda dan bagaimana kira-kira performa keuangan hasil dari seluruh kegiatan bisnis anda.
4. Anda menuliskan rencana anda.
Setelah memiliki ketiga hal diatas, anda menuliskannya di dalam beberapa halaman.
Sesederhana itu? Ya. Sesederhana itu. That’s the science of business planning.
Setelah merencanakannya dan mendokumentasikannya, anda melaksanakan rencana itu dan dibelakang nanti, anda harus melakukan evaluasi dan menuliskan rencana baru.
Yang paling seru adalah: sepandai apapun anda menulis perencanaan bisnis, tulisan anda tersebut hanya akan menjadi tulisan jika anda tidak melakukan apa-apa. Jadi, setelah menulis, sebaiknya anda keluar bangkit dari kursi dan keluar dari ruangan anda dan melakukan rencana anda. Hasilnya? Bisa jadi lebih dari yang anda perkirakan dalam rencana bisnis anda, atau sebaliknya. That’s the art of business planning!
That’s the art & science of entrepreneurship!
31
Jul 07
What is Entrepreneuriality?
Rasanya, muka saya merah sendiri kalau baca artikel dari blog-nya Seth Godin. Intinya menurut Seth, buah apel itu (logo Apple Computers) tidak ada arti apa-apa sampai mereka (Mac Computers) menciptakan produk yang hebat, hingga logo itu (seolah) memiliki arti. Saya tercenung. Benar juga apa kata Seth. Ok. Mungkin tidak semua seperti itu. Anyway, saya menemukan kata ini, entrepreneuriality dan saya suka sekali.
Triggering event-nya adalah pada saat saya bingung mencari domain (nama website) untuk blog yang ingin saya dirikan dan kelola untuk mengisi waktu luang saya. Saya mulai mencari menggunakan domain search di beberapa website perusahaan pendaftaran domain. Inginnya sih entrepreneur.com, tapi kan sudah ngga mungkin (dengan mendaftarkan domain, kita memiliki ‘hak’ untuk memiliki domain tersebut seumur hidup).
Saya mulai mencari dengan menambahkan beberapa kata, beberapa huruf, membolak-balikkan kata; berharap mendapatkan kombinasi kata yang tepat. Piuh, hal ini berlangsung sekitar 1 bulan. Hampir setiap hari saya mencari dan mencari nama domain yang cocok. At least nama yang buat saya ‘sreg’. Perlu dicatat, saya tidak pernah bosan dengan kata ENTREPRENEUR. Entah kenapa, padahal saya bukan entrepreneur (saya intrapreneur – dalam pengertian, memiliki mindset entrepreneurial, tetapi tidak bekerja/memiliki perusahaan sendiri).
Well, actually, nama ini tercetus begitu saja saat suatu malam, dalam keadaan capai habis bekerja seharian. Saya berandai-andai sambil melihat lampu neon; entrepreneur, entreprenerial, entrepreneurship, entrepreneur, reality, entrepreneurial, entrepreneuriality. Entrepreneuriality? Ya, ENTREPRENEURIALITY!! Saat itu juga, saya masuk ke website tempat saya biasa mendaftarkan domain, dan segera mendaftarkannya. Gotcha! Dapat! Saya suka sekali.
Setelah itu, saya mengorat-oret beberapa konsep yang saya rasa sreg untuk mengisi entrepreneuriality yang saya temukan. Apa ya, konsultan bisnis? Hmmm…. Media/majalah online? Hmmm… Blog? Personal website? Ok, blog atau personal website. Seperti keinginan saya semula. Saya ingin menulis apa yang saya mau. Well, sepertinya itu yang paling tepat. Saya ingin menulis apa yang membuat saya tertarik, saya ingin pamerkan kepada banyak orang, dan sambil bersenang-senang, saya ingin membantu memecahkan masalah orang lain.
Well, topik apa yang membuat saya tertarik? Entrepreneurship dan segala macam yang saya temukan di internet yang dapat membantu saya dan orang lain untuk menambah wawasan entrepreneurship. Saya ngga akan menjelaskan panjang lebar mengenai apa itu entrepreneurship. Karena sudah banyak medium yang mampu menjelaskannya lebih baik dari saya. Tapi, saya memiliki sudut pandang entrepreneurship yang saya percayai. Yang pada dasarnya, memiliki sifat dan pola pikir kreatifitas dan inovasi, menyangkut laba dan pertumbuhan, manajemen bisnis, peluang dan ide, penciptaan nilai dan kesejahteraan, yang selain menyangkut diri saya sendiri, juga menyangkut orang lain.
Anyway, itulah sekelumit latar belakang saya mendirikan blog/website ini. Seperti kata Seth Godin, nama domain bagus (setidaknya yang saya suka ha…) akan percuma tanpa isi yang bagus. Bahkan nama domain yang biasa sekalipun akan menjadi berharga jika memiliki isi yang berharga. Now i get it guru, your kungfu is very good!
So everyone… enjoy entrepreneuriality!
31
Jul 07
The Google Story
The Google Story: Inside the Hottest Business, Media, and Technology Success of Our Time adalah buku yang terakhir saya baca. Well, untuk kesekian kalinya. Saya tidak pernah bosan membaca buku ini karena, well just because Google rocks!
Jika anda suka internet, atau setidaknya suka mencari-cari keperluan dari internet, dan merasa hidup anda menjadi lebih mudah dengan adanya Google, maka sebaiknya anda membaca buku ini. Dengan cerdas penulis buku ini menuliskan dan menggambarkan latar belakang para pendiri Google, bisnis yang dibangunannya, dan budaya inovatif yang mereka bangun di Googleplex (makrkas besar Google di wilayah Silicon Valley).
Selain itu, anda bisa mengerti mengapa Google menjadi yang terhebat di dunia, dengan cara fokus dan konsisten di bidangnya, tidak mau menyerah dan keinginannya untuk memecahkan masalah kemanusiaan. Disini ada juga sedikit trik untuk menggunakan Google Search dengan lebih efektif dan liputan komplit produk-produk yang ditawarkan Google hingga saat buku ini ditulis (hmmm, sejak itu, setahu saya produknya banyak sejkali bertambah).
Have a happy reading. The Google way, the smart way…
30
Jul 07
30 of the Coolest Young Entrepreneurs
Setiap tahun, Inc.com membuat list dan menulis tentang 30 entrepreneur paling hot tahun tersebut. Menurut hasil riset Global Entrepreneurship Monitor, remaja Amerika berumur 18 – 24 tahun lebih banyak memulai bisnis daripada yang berumur 35 – 44 tahun. Tentu, slogan start young finish rich itu memang dari kenyataan. Well, dari daftar tahun ini, bisnis yang didirikan dan dikelola anak-anak muda ini berasal dari segala industri. Highlight-nya tentu, lagi-lagi bisnis teknologi. Lebih lengkap baca silahkan di Inc.com 30 under 30.
